mungkin sudah jauh lebih maju

“Coba lihat jalan layang yang sedang kita lalui! Kalau dulu pemimpinnya bukan pak Harto, nggak akan bisa kayak gini.” kata seorang penumpang taksi kepada si sopir.

“Betul pak! Kalau pemimpinnya bukan pak Harto, mungkin sekarang Jakarta udah *jauh* lebih maju lagi….” jawab si sopir taksi kalem.

Moral of the story:
Si sopir *memutuskan* untuk tidak mengungkung kerangka berpikirnya =)
Instead of thinking *kegagalan*, he thinks *peluang*.
Instead of thinking what others think, he thinks *beyond*.

(inspired by G543)

round and round and round

Pernah gue lagi makan, gue liat ada semut di dalem gelas yang separo keisi.
Dia jalan menyusuri tepian air, terus, dan terus, dan terus menyusuri tepian air.
Semakin dia jalan, semakin banyak jejak ‘semut lain’ yang dia temukan.
Dan tampaknya semakin yakin dia berjalan.
Semakin yakin dia bahwa dia sudah di jalan yang benar.

But thats not the way i see it.
From my point of view, it’s just doing a futile attempt.
A useless one.
Due to it’s lack of knowledge and understanding.

All of a sudden I see a reflection of myself in it.
Me, and most of the people.
Cuma sedikit orang yang berani keluar dari loop-nya.

So whatz da diffrence btween me and most of the people compared to they who are couraguous enough to break the routinity?
Courage!

And then i saw my past.
My deeds and dones.
Tiba-tiba aku tersenyum.
Tidak semuanya jelek juga sih =).
Seseorang menjadi seseorang itu, merupakan akibat dari keputusan-keputusan yang dulu diambilnya =)
And now, I think I should Thank God for made me be what I am now….

(Peluk cium buat Rika)