Ada Snob di Starbuck Legian

Backlog: 19 Agustus 2006, malem.

Oh ya. Ada cerita sedikit di Starbuck Legian.

Ada serombongan anak muda. Beberapa cowok dan cewek. Apparently they came from Jakarta. Dari baju dan asesorisnya keliatan kalau mereka dari kalangan berada. Or sangat berada malah.

Saat mereka duduk di Starbuck, langsung pada ngeluarin rokok. Petugas Starbuck pun tentu saja serta merta melarang mereka merokok. Dan mereka dengan bego-nya menjawab: “Emangnya nggak boleh ngerokok ya di sini?”

Hellooooooo! Di mana-mana juga yang namanya di Starbuck itu nggak boleh ngerokok mas! Aturannya emang begitu! Bisa ngerusak aroma kopinya tauk! Sebagai orang-orang kalangan berada, mosok kalian nggak pernah masuk Starbuck sih? Atau memang nggak tau aturan ini? Atau pura-pura bego? Atau bego beneran?

Either way, it only shows that they’re nothing more then just a bunch of snobbish. :-p

Pindah Hotel & Jalan-jalan

Backlog: 19 Agustus 2006

Kantor gue jadwal pulang dari Bali siang ini. Pagi acara bebas, anak-anak nyebar sendiri-sendiri. Ada yang belanja, ada yang jalan-jalan ke Tanah Lot, GWK dan sebagainya. Gue sendiri stay di kamar. Packing. Selain itu karena bakal ketamuan Didats yang nyamperin ke hotel kami. Menjelang jam 12:00 Didats dateng, dan ketemu duluan ama Made di lobby. Baru abis itu gue turun.

Sambil nunggu jam pada berangkat ke bandara Ngurah Rai, Made ama Didats santai dulu sambil berenang di hotel. Sekitar jam 01:00 rombongan kesatu berangkat ke bandara. Made ikut yang rombongan kedua, sekitar jam 04:00 berangkatnya dari hotel. Gue nggak ikut pulang ke Jakarta lho. Soalnya extend! 🙂

Nah, sekitar jam 03:00, dateng juga yang gue tunggu. Bini gue nyampe ke lobby hotel njemput gue, dan kami pindah hotel! hehehe. Ini hotel kami yang baru: namanya AP-Inn (Agung Putra Inn) di jalan Poppies Lane I. Yang pasti, lebih murah dari Kartika Plaza, dan yang penting ada AC dan air panas, cukup lah. 🙂

Begitu naruh ransel di hotel, kami langsung jalan dan makan di Warung Made. (cat: website Warung Made, bukanya pake IE)

Abis makan terus keluyuran ke jalan Legian dan Seminyak, sampai capek banget, dan nongkrong duduk di pinggir jalan di depan Kafe Teras…

Hasil dari jalan-jalan, sempet beli beberapa kaos di Seminyak, sama beli kopi starbuck di Legian dalam perjalanan pulang. Hari itu kami sudahi dengan balik ke hotel terus tidur. Soalnya capek banget bok. 😀

Waterbom + kecapekan :D

Backlog: 18 Agustus

Hari kedua di Bali, kami sekantor acaranya ke Waterbom. Biar nggak ilang, kami dikasih seragam! Kayak anak panti asuhan aja.. hehehe! Di sana sudah disiapkan acara game dsb sambil menikmati fasilitas Waterbom.

Sore abis dari Waterbom, karena capek, ketiduran ampe malem! Kebangun udah gelap. Keluar ke lobby nyariin orang-orang. Yang ada, abis itu ama beberapa temen, keluyuran di pantai belakang hotel kayak anak ilang, hihihi. Lagian pantainya udah gelap, mo ngapain coba. :p

Abis itu nongkrong di lobby hotel nunggu ngantuk…

update:
Ada yang kelupaan ditulis. Sebenernya Made sempet ketemu ama Golda sore itu, di Discovery Mall persis sebelah Hotel Kartika Plaza. Apa daya gue ketiduran jadi gak sempet ketemuan deh… :p

Joger, Sukawati, Ubud, Komaneka

Backlog: 17 Agustus 2006, siang ampe malem

Ama temen-temen nyewa mobil. Dapetnya avanza udah lengkap ama drivernya. Cabut deh kita! 🙂 Look how crowded we are in the car.

Pertama-tama cari makan siang. Nyari halal food. Nemu resto padang, kita makan di situ aja. Ternyata, tempat makan kami nggak jauh dari Joger. Ya udah kami ke Joger dulu…

Abis ke Joger ke pasar seni Sukawati, belanja oleh-oleh. Gue beli kaos ama kelontongan pesenan bini.

Abis dari Sukawati, jalan ke Ubud. Tepatnya ke Wanara Wana / Monkey Forest. Macam Sangeh, di sana kera-kera pada berkeliaran bebas. Sampai ke parkiran segala.

Iseng nelpon Dian Ina yang kerja di Komaneka deket situ, dan doi dateng nyamperin! And, to my surprise, ternyata doi temennya Anan! Dunia ternyata kecil jendral! 🙂

Alhasil kami diajak ke Komaneka.

Kami mampir sebentar. Gak bisa lama-lama soalnya dah kudu ada di acara dinner resto SteamBoat samping Musro. Abis makan sekantor rame-rame foto di depan Musro, sebelum pada dugem ke situ.

Bali!

Backlog: 17 Agustus 2006, pagi

Sekitar jam 10 pagi sampai di Bali. Hari ini pas 17-an. Merdeka bli! Rombongan kantor gue dijemput sama agent yg udah nunggu. Tas dan koper masuk ke mobil barang, passenger masuk ke bis yang nganter ke hotel Kartika Plaza. Here, we will spend three days and two nights.

Quite a nice hotel. Gedungnya berbentuk huruf U. Di tengahnya ada kolam renang yang bisa langsung ngeliat pantai Kuta.

My room had a pool view. Kalau malam, by the poolside suka ada pagelaran kesenian. Jadinya ya bisa langsung ngeliat acaranya dari serambi kamar, walaupun kurang jelas. Kalau mau jelas musti turun ke lobby…

I wonder, kamar gue sewanya berapa ya? Tapi kayaknya sih mahal ya… 🙂

bisnis.com : BES siapkan 5 produk baru

BANDUNG: PT Bursa Efek Surabaya (BES) telah menyiapkan lima produk efek baru yang diperkirakan dapat diperdagangkan secepatnya pada tahun depan.

Direktur BES T Guntur Pasaribu mengatakan lima produk itu merupakan bagian program pengembangan pasar surat utang di Indonesia yakni Interest Rate Futures, Efek Beragunan Aset, Mortgage Backed Securities, Collate-ralized Mortgage Obligation (CMO), dan Collateralized Bond Obligation (CBO).

Semuanya memiliki fungsi efek biasa di pasar modal, kecuali Interst rate Futures. “Interest Rate Futures itu nantinya akan berperan sebagai fungsi hedging [lindung nilai],” jelasnya.

Dari kelima surat utang itu, lanjut dia, produk CBO diramalkan akan paling diminati pasar karena produk ini memungkinkan penerbitan obligasi dengan menggunakan obligasi lainnya sebagai kolateral.

Khusus soal EBA, menurut dia, BES tengah mengintensifkan upaya penghapusan pajak berganda atas produk tersebut guna mengoptimalkan penyerapan pasar atas produk sekuritisasi aset itu pada tahun depan.

Guntur mengatakan persoalan pajak atas produk EBA sebenarnya sudah diatur dalam Bapepam-LK yang keluar baru-baru ini, namun praktik di lapangan sering berbeda.

“Pajak itu bisa dikoordinasikan. Dalam peraturan mengenai EBA [persoalan pajak] itu sudah diatur. Kami hanya meminta di lapangan lebih disederhanakan dan dipermudah,” tuturnya kepada pers, akhir pekan lalu.

Samakan persepsi

Saat ini, lanjut dia, BES terus berdiskusi dengan Ditjen Pajak untuk menyamakan persepsi agar originator atau manajer investasi tak dikenakan pajak penambahan nilai (PPN) dua kali.

Menurut dia, pemerintah perlu memberikan insentif perpajakan bagi EBA agar para pelaku pasar berminat memperjualbelikan instrumen yang dikenal sama amannya dengan obligasi itu. Selama ini, faktor perpajakan itu menjadi salah satu pendorong originator domestik menerbitkan EBA di luar negeri (off shore).

“Di samping untuk mencari dolar, saya pikir itu juga karena perpajakan.”

Oleh Arif Gunawan S.
Bisnis Indonesia

Order Book ORI001

Di SSX-NET (Surabaya Stock Exchange – Net), sekarang tersedia order book kuotasi dari ORI001. Berikut skrinsut nya:

OrderBook ORI001

Pada jam perdagangan updatenya per menit. Dibatasi 3 level harga ke atas dan ke bawah. Cukup ‘real-time’ lah buat info gratisan di internet. Yang penting sudah comply sama legal 🙂

Setidaknya bisa buat ngintip, sekarang orang-orang lagi ngebid ORI001 di harga berapa sih?