Generalisasi ala Roy Suryo

Jika ada satu-dua oknum dosen menipu, adalah SALAH kalau kemudian digeneralisir semua dosen adalah penipu. Ini logika umum yang harusnya diketahui oleh semua orang terpelajar. Cara generalisasi itu ngawur.

Sayangnya Roy Suryo dari dulu sampai kini tetap saja memegang teguh prinsip generalisasi ini. Kasus terakhir, Roy Suryo (di Kompas) menyatakan sbb:

“Saya yakin para blogger dan hacker pasti akan melakukan serangan terhadap sistem itu. Tetapi, kemungkinan ancaman tersebut bukan berarti melemahkan niat pemerintah,” katanya.

Di situ jelas-jelas terbukti secara tertulis bahwa Roy Suryo menggeneralisir para blogger PASTI akan melakukan serangan terhadap sistem itu. Terus terang saya sebagai blogger tersinggung, dan makin merasa muak dengan cara generalisasi Roy Suryo seperti itu. Ini sama aja memukul rata bahwa para blogger dan hacker adalah penjahat!

Tapi untungnya teman saya nyeletuk: “Udah lah biarin aja. Dari situ aja makin keliatan kalau dia itu nggak terpelajar. Cuma orang yang logikanya nggak jalan aja yang masih pakai cara generalisasi.” Bener juga ya? Hehehe.

Sebenernya bukti tertulis di media yang tersebar luas begitu, bisa aja jadi bukti untuk menuntut Roy Suryo telah dengan sengaja melakukan pencemaran nama baik orang banyak. Tapi buat apa sih dituntut? Lha wong bukti itu aja udah cukup untuk memperlihatkan betapa tidak terpelajarnya Roy Suryo ini. 😉

UPDATE:
Dalam reportase malam Trans TV, Roy Suryo melakukan penyangkalan sbb:
“Jelas beda! Jelas beda! Saya tidak pernah mengatakan blogger sama dengan hacker lho ya…”
Rekaman bisa didownload dari: http://thomas.or.id/?dl_id=2 berupa file .ogg berukuran 2.25MB

Komentar saya: Ucapan awal Roy Suryo, dikutip oleh sekian banyak media. Dan semuanya sama persis. Kalau sampai Roy Suryo bilang itu salah kutip, rasanya aneh. Salah kutip kok massal! Hihihi…

Berani bilang blogger pasti akan melakukan serangan, harusnya berani bertanggung jawab membuktikan! Itu namanya burden of proof. Penuduh berkewajiban membuktikan! Kalau tidak bisa membuktikan, omong kosong namanya!