>Lima M.O. Gayus

>Senin, 26/04/2010 13:54 WIB
Mafia Pajak Rp 28 M
Lima Modus Operasi Mafia Pajak Gayus Tambunan
Laurencius Simanjuntak – detikNews


Jakarta – Mabes Polri mengungkapkan lima modus operasi mafia pajak Gayus Tambunan. Atas jasanya itu, Gayus memperoleh komisi dari wajib pajak.

Demikian pernyataan Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri dalam memberikan jawaban tertulis pada Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi III DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (26/4/2010).

Modus pertama, pengaturan nilai pajak. Pada modus operandi ini wajib pajak dengan bantuan konsultan pajak bekerja sama dengan petugas pemeriksa untuk melakukan kesepakatan menurunkan nilai pajak dengan mengatur dokumen dan administrasi perpajakan.

Modus kedua, penyelesaian keberatan wajib pajak pada tingkat keberatan dan banding. Modus ini terjadi pada wajib pajak yang mengajukan keberatan setelah menerima surat ketetapan pajak dari Ditjen Pajak yang diajukan ke Direktorat Keberatan dan Banding.

Modus ketiga, penyelesaian keberatan wajib pajak pada tingkat pengadilan banding. Keberatan wajib pajak yang ditolak pada tingkat keberatan dan banding akan diajukan kembali ke pengadilan pajak. Dalam proses banding ini terdapat 3 komponen yakni negara yang diwakili petugas pajak, hakim pengadilan pajak yang sebagai besar adalah mantan pegawai pajak dan wajib pajak.

"Saudara Gayus sering mewakili negara dalam sidang banding keberatan pajak sehingga yang bersangkutan yang menyusun memori banding atas SKP yang disusunnya sendiri. Akibatnya sidang tersebut mudah dimenangkan wajib pajak," jelas Kapolri.

Modus keempat, adanya konsultan pajak gelap. Dalam modus ini, pegawai pajak bertindak sebagai konsultan gelap wajib pajak yang menjadi objek pemeriksaannya sehingga yang bersangkutan dapat mengatur SPT dan tidak melakukan pemeriksaan atas SPT wajib pajak.

Modus kelima, menahan surat ketetapan wajib pajak. Petugas pajak yang melakukan pemeriksaan telah membuat kesepakatan ganjil dengan wajib pajak untuk memberikan sejumlah uang sebagai kompensasi atas nilai pajak yang diturunkan.

(nik/fay)

>Contoh Checklist saat beli mobil bekas

>Diambil dari Majalah AutoBild Edisi 54

100 Checklist Mobil Bekas Berkualitas

Kriteria Penilaian :

(A) Problem minor. Biasanya karena habis dipakai dan normal terjadi di mobil yang sudah berumur. Tapi hal ini bisa dijadikan bahan negosiasi harga. Dan jika mobilnya masih relatif baru, problem ini juga bisa berarti biaya mahal.
(B) Cacat yang bisa menjadi serius, jika membutuhkan investigasi lebih lanjut.
(C) Kemungkinan adalah problem serius yang mahal dan sulit diperbaiki hingga normal.
(D) JANGAN beli mobil ini!!!!!!!!!!

Kesan Pertama

1. Dimana anda mobil tersebut? Jika diperlukan, dapatkah Anda menemukan penjualnya kembali? (D)
2. Apakah alamat penjualnya jelas? (D)
3. Bicara langsung ke penjual; apakah pertanyaan Anda dijawab dengan sigap? (D)
4. Lihat dan perhatikan sisi kendaraan, apakah terlihat lurus dan simetris? (D)
5. Periksa setiap sisi untuk mengenali kerusakan berat. (C)
6. Periksa celah antar panel, seharusnya rata dan konsisten. Jika tidak, ada kemungkinan mobil pernah tabrakan. (D)
7. Apakah warna cat sama di setiap sisi kendaraan? Jika tidak kemungkinan pernah dicat ulang. (C)
8. Apakah catnya halus? Jika tidak, berarti pernah dicat ulang dengan buruk. (C)
9. Apakah ada pernis pelapis cat yang terangkat? (B)
10. Apakah cat secara keseluruhan sesuai dengan umur dan jarak tempuh? (B)
11. Periksa ujung kap mesin, sewajarnya ada bekas tumbukan kerikil jika kendaraan sudah berumur. Kalau tidak, berarti pernah dicat ulang. (B)
12. Lihat panel di bawah bemper, apakah rusak? (B)
13. Apakah pelat nomornya terlalu mulus? Penggantian pelat dapat mengindikasikan mobil curian atau bekas tabrakan. (B)
14. Apakah mobil masih lurus ketika dijalankan? (C)
15. Lihat kolong mobil, adakah kebocoran atau karat? (B)

Dari Luar

1. Apakah bumper depan mulus atau tergores? (A)
2. Bagaimana kondisi bumper belakang? (A)
3. Adakah bumper yang pecah? Jika ada, curigai kerusakan lain di sekitarnya. (B)
4. Apakah panel atap memiliki lubang bekas bor seperti di taksi? (B)
5. Apakah lensa lampu depan pecah atau rusak? (B)
6. Bagaimana dengan lampu lainnya, baik di depan, belakang atau samping? (B)
7. Apakah semua lampu berfungsi? (A)
8. Bagaimana dengan kondisi wiper depan ataukah belakang? Apakah masih layak pakai dan dapat diperbaiki jika ada kerusakan? (A)
9. Bagaimana kondisi ban depan? Sudut roda yang tidak lurus dapat menyebabkan ban aus tak merata, atau dapat dijadikan indikasi kerusakan suspensi yang lebih parah. (B)
10. Bagaimana dengan ban belakang? Keausan tak merata merupakan hal tak biasa dan bisa mengindikasikan masalah lebih serius. (C)
11. Periksa dinding ban untuk mengetahui kerusakan dari benturan samping. (A)
12. Apakah pelek alloy dalam kondisi baik? Lihat dari beberapa sisi untuk menemukan kerusakan atau karat. (B)
13. Apakah pelek alloy dilindungi dengan baut roda berkunci? Jika ya, apakah kuncinya masih tersedia? (B)
14. Sesuaikah dengan spek mobil tersebut dengan kondisi standart? (B)
15. Apakah semua pintu dapat membuka tutup dengan sempurna? (C)
16. Ketika ditutup, apakah pintu duduk sempurna di bodi, atau malah tidak pas? (C)
17. Apakah semua remote control masih berfungsi? (B)
18. Apakah washer di headlamp (jika ada) masih berfungsi? (A)
19. Apakah ada panel eksterior yang hilang atau rusak? (A)
20. Apakah ada kerusakan pada rumah kaca spion luar? (A)
21. Apakah antena radio berfungsi? (A)

Interior

1. Apakah kabin ternoda oleh rokok? Lihat asbak dan pemantik rokok untuk mengetahui apakah digunakan atau tidak. (B)
2. Apakah jok pengemudi nyaman atau telah kempes? (B)
3. Bagaimana kondisi kain pelapis interior? Mobil modern mempunyai pelapis tahan lama, jadi kalau rusak kemungkinan mobil ini telah bekerja berat. (C)
4. Apakah ada cacat atau kerusakan pada door trim? (B)
5. Apakah central lock masih berfungsi dengan baik di semua pintu? (B)
6. Apakah sunroof masih dapat membuka atau menutup dengan lancar? (B)
7. Apakah rel di sekitar sunroof lembab? Jika demikian, berarti karet sil telah rusak dan bocor. (B)
8. Adakah tetesan air di lantai depan akibat kebocoran karet-karet kaca? (B)
9. Jika terdapat tetesan cairan coolant di lantai depan, berarti ada kebocoran pada heater (pemanas kabin). (C)
10. Periksa roof rail kendaraan. Kerusakan apapun akan memerlukan perbaikan yang mahal. (B)
11. Apakah ada kerusakan atau retak lain pada dasbor? (C)
12. Jika tempat airbag retak, berarti kantung pernah meletus. (C)
13. Apakah embusan AC cukup dingin? (C)
14. Apakah temperatur climate control sesuai dengan suhu seharusnya? (B)
15. Apakah tombol pengatur udara panas/dingin berfungsi normal? (C)
16. Apakah semua lampu interior bekerja dengan semestinya? (A)
17. Apakah jam berfungsi dan menunjukkan waktu yang benar? (A)
18. Apakah semua sound system asli masih ada dan berfungsi? (A)
19. Jika tidak ada audio, apakah tersedia tempat pemasangannya? (B)
20. Apakah ada lubang bekas bor di dasbor yang mengindikasikan bekas penambahan aksesoris? (B)
21. Apakah semua seatbelt berfungsi dengan baik? (B)
22. Jika pelapis bagasi kasar dan usang, berarti bagasi sering digunakan. (A)
23. Apakah di bagasi lembab? Jika ya, coba cek di balik karpet dan tempat ban cadangan. (B)
24. Apakah pengatur suhu tempat duduk berfungsi? (A)
25. Periksa kondisi ban cadangan. (A)
26. Apakah ban serep sama dengan ban yang terpasang? (A)
27. Apakah dongkrak serta perlengkapannya dan tool kit masih komplet? (A)

Di Bawah Kap Mesin

1. Apakah ada tanda-tanda bekas perbaikan karena kecelakaan? (C)
2. Adakah gejala karat yang cukup signifikan di bodi dalam? (C)
3. Apakah kap mesin mudah dibuka? (A)
4. Apakah panel depan sudah pernah rusak dan diperbaiki? (B)
5. Apakah cat di balik kap mesin berbeda dengan bodi luar? (B)
6. Apakah jumlah air pendingin dan oli tepat? (B)
7. Apakah olinya terlihat bersih, atau justru kotor dan hitam? (A)
8. Adakah tanda-tanda oli terkontaminasi air? (C)
9. Apakah filter oli terlihat baru, atau sudah tua dan lusuh? (A)
10. Adakah tanda-tanda kebocoran oli? Cek lantai tempat mobil biasa diparkir, apakah ada tetesan oli. (B)
11. Beningkah cairan pendingin di radiator? Atau terlihat seperti kontaminasi oli? (B)
12. Bocorkah gasket kepala silindernya? Lihat saat mesin sudah panas. (D)
13. Adakah gelembung/buih air pendingin di botol ekspansi saat mesin bekerja? (D)
14. Apakah ada asap biru keluar dari penutup oli atau lubang pengecek oli? (C)
15. Lihatlah banyaknya minyak rem. Apakah tepat? (C)
16. Bersihkah minyak remnya? (B)
17. Apakah jumlah minyak power steering sesuai standar? (B)
18. Sudahkah filter bensin diganti sesuai dengan buku manual? (B)
19. Bagaimana bentuk fisik akinya? (A)
20. Pada mobil berumur tua, apakah mesinnya terlalu bersih? Mungkinkah itu hanya menutupi problem yang ada? (C)
21. Kapan terakhir kali timing belt diganti? Sesuaikah dengan rekomendasi pabrik? (B)

Di Jalan

1. Mudahkan mesin distart saat dingin? (B)
2. Pada mesin bensin, apakah ada asap biru dari knalpot saat mobil distart? (C)
3. Apakah pompa injeksi diesel di mesin berbunyi berisik? (D)
4. Pada mesin bensin, haluskah mesin saat dingin? (B)
5. Ketika mesin sudah panas, apakah terjadi gejala ngelitik parah ketika berakselerasi? (D)
6. Adakah asap biru keluar saat berakselerasi? (C)
7. Apakah setir mobil menarik ke kanan-kiri secara parah saat berjalan normal? (C)
8. Berisikkah bunyi suspensinya? (B)
9. Ketika direm, apakah mobil menarik ke salah satu sisi? (B)
10. Bagaimana jarak main pedal rem? (B)


owkelah kalow begituw

>Indonesia: Bangsa yang tidak menghargai sejarahnya sendiri?

>Selasa, 13/04/2010 02:35 WIB
Pagi Ini, Seribuan Warga Cina Benteng Diusir Paksa
Andi Saputra – detikNews

Dok. Detikcom

Jakarta – Pagi ini, seribuan warga Cina Benteng yang tinggal di Kampung Lebak Wangi, Kelurahan Mekar Sari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang akan diusir paksa oleh Pemkot Kota Tengerang, Banten dari rumahnya. Padahal, mereka telah menghuni kawasan tersebut sejak abad ke 17 dan telah berasimilasi dengan penduduk setempat selama berabad-abad.

“Pagi ini rencananya Pemkot Tangerang akan menggusur kawasan bersejarah tersebut,” kata pengacara warga dari LBH Jakarta, Eddy Halomoan Gurning kepada wartawan di kantor LBH Jakarta, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Senin (12/4/2010).

Sebanyak 350 KK atau 1.007 jiwa yang terdiri dari 477 perempuan, 339 anak-anak, 129 laki-laki serta 12 orang penderita keterbelakangan mental terancam kehilangan tempat tinggalnya. Padahal mereka telah melalui proses panjang asimilasi dan akulturasi yang menghasilkan sumbangan besar terhadap kekayaan dan keberagaman budaya Indonesia.

Tari Cokek dan alunan musik Gambang Kromong merupakan dua dari banyak jenis kesenian hasil perjumpaan dua kebudayaan yang berbeda, tionghoa-betawi. “Pemerintah beralasan, rumah-rumah digusur karena melanggar Perda No 18 tahun 2000, tentang Keindahan, Ketertiban, dan Keamanan (K3) Kota Tangerang,”
tambahnya.

Jika rencana penggusuran ini tetap dilakukan, maka terjadi pelanggaran hak perumahan. Serta di khawatirkan akan berdampak pada berkurangnya atau hilangnya hak atas kesehatan, pendidikan serta hak atas lingkungan yang sehat dan bersih.

“Warga akan bertahan di rumah mereka. Jelas pengusuran paksa ini bersifat diskriminatif,” pungkasnya.
(asp/mok)

~~~
Selasa, 13/04/2010 03:42 WIB

Cina Benteng, Sisa Sejarah Jayakarta yang Akan Hilang
Andi Saputra – detikNews
Jakarta – Kawasan Cina Benteng di Kota Tengerang rencananya pagi ini akan dihilangkan oleh Pemkot Tangerang dengan alasan penertiban kawasan bantaran sungai. Padahal, jika ditelisik dari sejarahnya, tempat inilah jadi saksi tumbuh kembangnya Jayakarta, Batavia dan menjadi Jakarta sekarang.

“Mereka menetap di sana sejak abad ke-17 atau sekitar 1.600-an. Sejak Jakarta masih disebut Jayakarta,” kata pengacara warga dari LBH Jakarta, Eddy Halomoan Gurning kepada wartawan di kantor LBH Jakarta, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Senin (12/4/2010).

Selain rumah dan pemukiman yang khas, mereka pun kerap berdoa bersama di Wihara Maha Bodhi/Tjong Tek Bio, Wihara bersejarah yang telah berdiri sejak tahun 1837. Kondisi kerukunan hidup beragama Cina Benteng adalah ‘monumen hidup’ keberagaman dan toleransi Indonesia. Di tempat tersebut dijumpai tiga tempat ibadah dari tiga agama berbeda, yakni Budha/Taoisme/Khonghuncu dengan klentengnya, Islam dengan mushola dan taman pendidikan Al-Qur’an serta Kristen dengan gerejanya.

“Tidak pernah terjadi konflik yang disebabkan latar belakang agama. Persatuan antarumat beragama bukan sekedar omong kosong, hal ini telah teruji ketika kerusuhan Mei 1998, mereka bisa melaluinya dengan aman,” tambahnya.

Akibat dari proses asimilasi dan akulturasi, warga Cina Benteng telah terasing dari bahasa ibu mereka. Yang dapat berbahasa Cina kini tinggal sedikit. Mereka lebih terbiasa menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Betawi sebagai bahasa sehari-hari.

Meski demikian mayoritas dari mereka tetap taat terhadap agama leluhur mereka, yakni Khonghucu, Budha, Taoisme atau tridharma. “Kekayaan sejarah dan keberagaman ini bahkan pernah diangkat melalui fim Ca Bau Kan, setting maupun tokoh dalam film tersebut diadopsi dari kondisi warga Cina Benteng,” beber Eddy.

Sayang, peninggalan ‘sejarah hidup’ tersebut akan segera musnah. Sebabnya Pemkot telah melayangkan berkali-kali surat perintah bongkar. Surat yang terakhir yaitu Surat Pemberitahuan ke-III No. 648/48-Tramtib/I/10 tertanggal 22 Januari 2010.

“Apakah mereka yang telah menghuni berabad-abad harus diusir paksa?” pungkasnya.

(asp/mok)

~~~
Selasa, 13/04/2010 04:09 WIB
Derita Cina Benteng, Dari Tak Punya Hak Politik Hingga Terlunta-lunta
Andi Saputra – detikNews

Jakarta – Derita warga Cina Benteng yang telah berabad-abad menempati Kampung Lebak Wangi, Kelurahan Mekar Sari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang seakan tak berkesudahan. Setelah bertahun-tahun tak diakui hak politik, hak kependudukan, hak ekonomi, hak kesehatan, kini mereka siap-siap diusir paksa dengan alasan penertiban oleh pemerintah.

“Padahal, seharusnya pertumbuhan populasi harus berbanding lurus dengan pemenuhan hak-hak ekonomi, sosial, budaya serta sosial dan politik mereka. Tapi ini tidak,” kata pengacara warga dari LBH Jakarta, Eddy Halomoan Gurning kepada wartawan di kantor LBH Jakarta, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Senin (12/4/2010).

Hal tersebut tercermin pada Pemilu 2009, mereka di data guna memberikan hak pilihnya. Beberapa orang yang memiliki KTP dapat memberikan hak pilihnya, namun banyak di antara mereka tidak dapat melakukannya dikarenakan tidak memiliki KTP. Hal tersebut karena sulitnya melakukan pengurusan KTP.

“Tidak hanya itu, mereka juga selalu ditolak pihak puskesmas dan RT/RW untuk memperoleh kartu keluarga miskin,” tambahnya.

Hal itu membuat mereka malas untuk mengurus akte kelahiran, kawin cerai, KTP dan kartu keluarga (KK). Selain biayanya mahal, kemalasan warga Cina Benteng untuk membuat surat identitas itu juga karena mereka sering mendapat perlakuan pemerasan oleh oknum kelurahan. Terlebih untuk membuat surat identitas, mereka harus melampirkan Surat Bukti Kewarganegaraan Indonesia (SBKRI) yang sudah tidak
berlaku lagi.

“Karena tidak memiliki SBKRI itu banyak warga yang membuat KTP tembak. Itu pun harganya mahal. Kalau di KTP ditulis beragama Islam harganya Rp 150 ribu per KTP. Tapi, kalau mengaku beragama Budha lebih mahal lagi, bisa seharga Rp 300 ribu,” pungkasnya.

Derita 1.007 warga Cina Benteng tak hanya sampai disitu. Mereka hari ini akan diusir paksa oleh Pemkot tangerang dengan alasan penertiban. “Dari hal tersebut terlihat adanya diskriminasi agama, strata sosial, dan latar belakang etnis. Amat disayangkan masih terjadi hal seperti ini,” pungkasnya.

(asp/mok)

~~~
Selasa, 13/04/2010 12:27 WIB
Penggusuran Warga China Benteng Ricuh
Niken Widya Yunita – detikNews

<!–

–> Jakarta – Penggusuran warga China Benteng yang tinggal di Kampung Lebak Wangi, Kelurahan Mekar Sari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, diwarnai kericuhan. Warga bentrok dengan Satpol PP.

“Iya kita warga dipukul-pukulin,” ujar Isnur, warga Cina Benteng, kepada detikcom, Selasa (13/4/2010).

Menurut Isnur, warga China Benteng juga dorong-dorongan dengan Satpol PP.

Sebanyak 350 KK atau 1.007 jiwa yang terdiri dari 477 perempuan, 339 anak-anak, 129 laki-laki serta 12 orang penderita keterbelakangan mental terancam kehilangan tempat tinggalnya di kawasan itu.

Pengacara warga dari LBH Jakarta, Eddy Halomoan Gurning Senin (12/4/2010) kemarin, mengatakan, pemerintah beralasan, rumah-rumah digusur karena melanggar Perda No 18 tahun 2000, tentang Keindahan, Ketertiban, dan Keamanan (K3) Kota Tangerang.
(nik/irw)

~~~
Selasa, 13/04/2010 16:24 WIB
Penggusuran Cina Benteng
Warga Diseret dan Ditendang Satpol PP
Andi Saputra – detikNews

<!–

–> Jakarta – Pengusiran paksa komplek warga Cina Benteng yang tinggal di Kampung Wangi, Mekar Sari ricuh. Sebelum ditangkap, sejumlah warga diseret dan ditendang Satpol PP.

“Mereka menyiksa dengan memukul, menjambak, menendang dan menyeret warga,” ujar pendamping warga dari LBH Jakarta, Isnur saat dihubungi detikcom, Selasa, (13/4/2010).

Isnur menceritakan suasana memanas ketika ratusan Satpol PP merangsek mencoba menjebol kerumunan warga. Alhasil, ‘pertempuran’ tak seimbang.

“Tercatat 12 orang luka-luka. Diantaranya Ronal, Iwan, Cumping. Termasuk juga pendamping dari LBH Jakarta, Aji serta seorang tokoh masyarakat,” sebutnya.

Akibat bentrokan itu, penggusuran sempat terhenti. Alat berat beckhoe yang sudah disiapkan tidak bisa beraksi. Namun Satpol PP tetap berhasil meluluhlantakan pabrik roti dan peternakan babi.

“Sekarang situasi mendingin, tapi kami akan lapor atas penyiksaan ini ke Polres Tangerang dan setelah itu ke rumah sakit untuk visum,” pungkasnya.

(asp/gun)

>Makin Perlunya Pembuktian Terbalik

>Selasa, 06/04/2010 15:30 WIB
Mahfud: Nilai Korupsi yang Lebih Besar dari Gayus Capai Rp 100 M
Ayu Fitriana – detikNews

Jakarta – Uang di rekening Gayus Tambunan yang terindikasi korupsi mencapai Rp 28 miliar. Uang itu masih belum seberapa. Ada lagi kasus dugaan korupsi yang lebih besar, mencapai Rp 100 miliar.

"Lebih besar dari Gayus. Rp 100 miliar kurang, tidak ada hubungannya sama pajak," jelas Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD di MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (6/4/2010).

Mahfud menjelaskan, korupsi ini harus dibongkar secepatnya. Kalau perlu, diungkap dahulu ke pers baru disampaikan ke KPK.

"Saya menerima laporan dari anggota DPR yang menunjukkan adanya pengeluaran besar-besaran yang secara koruptif kalau dibongkar akan jadi ledakan besar," terangnya.

Dia berharap, DPR mau membuka dan mengungkapkan kasus ini. "Ya silakan DPR saja yang membongkar, bukan wewenang saya. Saya menyarankan dibongkar secepatnya," ujar guru besar UII ini.

Mahfud juga menegaskan persetujuannya pada ide pembuktian terbalik kasus korupsi. Apalagi korupsi sudah mendarah daging.

"Saya sebenarnya sudah menyarankan sejak Bapak Baharuddin Lopa menjadi Jaksa Agung, agar mereka yang ditemukan mempunyai harta tidak wajar agar membuktikan bahwa uang yang mereka miliki sah. Milik mereka bukan hasil korupsi," tutupnya.

(ndr/nrl)

>DENDA UU LALU LINTAS NO 22 TAHUN 2009

>http://lantas.metro.polri.go.id/news/index.php?id=2&nid=24478

UULAJ No. 22 TAHUN 2009

1. SETIAP ORANG

Mengakibatkan gangguan pada : fungsi rambu lalu lintas, Marka Jalan, Alat pemberi isyarat lalu lintas fasilitas pejalan kaki, dan alat pengaman pengguna jalan.
Pasal 275 ayat (1) jo pasal 28 ayat (2)
Denda : Rp 250.000

2. SETIAP PENGGUNA JALAN

Tidak mematuhi perintah yang diberikan petugas Polri sebagaimana dimaksud dalam pasal 104 ayat ( 3 ), yaitu dalam keadaan tertentu untuk ketertiban dan kelancaran lalu lintas wajib untuk : Berhenti, jalan terus, mempercepat, memperlambat, dan / atau mengalihkan arus kendaraan.
Pasal 282 jo Pasal 104 ayat (3)
Denda : Rp 250.000

3. SETIAP PENGEMUDI ( PENGEMUDI SEMUA JENIS RANMOR )

a. Tidak bawa SIM
Tidak dapat menunjukkan Surat Ijin Mengemudi yang Sah
Pasal 288 ayat (2) jo Pasal 106 ayat (5) hrf b.
Denda : Rp 250.000

b. Tidak memiliki SIM
Mengemudikan kendaraan bermotor di jalan,tidak memiliki Surat Izin Mengemudi
Pasal 281 jo Pasal 77 ayat (1)
Denda : Rp 1.000.000
c. STNK / STCK tidak Sah
Kendaraan Bermotor tidak dilengkapi dengan STNK atau STCK yang ditetapka oleh Polri.
Psl 288 ayat (1) jo Psl 106 ayat (5) huruf a.
Denda : Rp 500.000

d. TNKB tidak Sah
Kendaraan Bermotor tidak dipasangi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor yang ditetapkan oleh Polri.
Pasal 280 jo pasal 68 ayat (1)
Denda : Rp 500.000
e. Perlengkapan yg dpt membahayakan keselamatan.
Kendaraan bermotor dijalan dipasangi perlengkapan yang dapat menganggu keselamatan berlalu lintas antara lain ; Bumper tanduk dan lampu menyilaukan.
Pasal 279 jo Pasal 58
Denda : Rp 500.000

f. Sabuk Keselamatan
Tidak mengenakan Sabuk Keselamatan
Psl 289 jo Psl 106 Ayat (6)
Denda : Rp 250.000

g. lampu utama malam hari
Tanpa menyalakan lampu utama pada malam hari dan kondisi tertentu.
Pasal 293 ayat (1)jo pasal 107 ayat (1)
Denda : rp 250.000

h. Cara penggandengan dan penempelan dgn kendaraan lain
Melanggar aturan tata cara penggandengan dan penempelan dengan kendaraan lain Pasal 287 ayat (6) jo pasal 106 (4) hrf h
Denda : Rp 250.000

i. Ranmor Tanpa Rumah-rumah
Selain Spd Motor Mengemudikan Kendaraan yang tidak dilengkapi dengan rumah –rumah, tidak mengenakan sabuk keselamatan dan tidak mengenakan Helm.
Pasal 290 jo Pasal 106 (7).
Denda : Rp 250.000

j. Gerakan lalu lintas
Melanggar aturan gerakan lalu litas atau tata cara berhenti dan parkir
Pasal 287 ayat (3) jo Pasal 106 ayat (4) e
Denda : Rp 250.000

k. Kecepatan Maksimum dan minimum
Melanggar aturan Batas Kecepatan paling Tinggi atau Paling Rendah
Psl 287 ayat(5) jo Psl 106 ayat (4) hrf (g) atau psl 115 hrf (a)
Denda : Rp 500.000

l. Membelok atau berbalik arah
Tidak memberikan isyarat dengan lampu penunjuk arah atau isyarat tangan saat akan membelok atau berbalik arah. Pasal 294 jo pasal 112 (1).
Denda : Rp 250.000

m. Berpindah lajur atau bergerak ke samping
Tidak memberikan isyarat saat akan berpindah lajur atau bergerak kesamping.
Pasal 295 jo pasal 112 ayat (2)
Denda : Rp 250.000

n. Melanggar Rambu atau Marka
Melanggar aturan Perintah atau larangan yang dinyatakan dengan Rambu lalu lintas atau Marka
Psl 287 ayat(1) jo psl 106(4) hrf (a) dan Psl 106 ayat(4) hrf (b)
Denda : Rp 500.000

o. Melanggar Apill ( Traffic Light )
Melanggar aturan Perintah atau larangan yang dinyatakan dgn alat pemberi isyarat Lalu Lintas. Psl 287 ayat (2) jo psl 106(4) hrf (c)
Denda : Rp 500.000

p. Mengemudi tidak Wajar
Melakukan kegiatan lain saat mengemudi
– Dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di jalan
Pasal 283 jo pasal 106 (1).
Denda : Rp 750.000

q. Diperlintasan Kereta Api
Mengemudikan Kendaran bermotor pada perlintasan antara Kereta Api dan Jalan, tidak berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, Palang Pintu Kereta Api sudah mulai ditutup, dan / atau ada isyarat lain.
Pasal 296 jo pasal 114 hrf (a)
Denda : Rp 750.000

r. Berhenti dalam Keadaan darurat.
Tidak Memasang segitiga pengaman, lampu isyarat peringatan Bahaya atau isyarat lain pada saat berhenti atau parkir dalam keadaan darurat dijalan.
Pasal 298 jo psl 121 ayat (1)
Denda : Rp 500.000

s. Hak utama Kendaraan tertentu
Tidak memberi Prioritas jalan bagi kend bermotor memiliki hak utama yang menggunakan alat peringatan dengan bunyi dan sinar dan / atau yang dikawal oleh petugas Polri.
a. Kend Pemadam Kebakaran yg sdg melaks tugas
b. Ambulan yang mengangkut orang sakit ;
c.Kend untuk memberikan pertolongan pd kecelakaan Lalu lintas;
d. Kendaraan Pimpinan Lembaga Negara Republik Indonesia;
e. Kend Pimpinan dan Pejabat Negara Asing serta Lembaga internasional yg menjadi tamu Negara;
f. Iring – iringan Pengantar Jenazah; dan
g. Konvoi dan / atau kend utk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas Kepolisian RI.
Pasal 287 ayat (4) jo Pasal 59 dan pasal 106 (4) huruf (f) jo Pasal 134 dan pasal 135.
Denda : Rp 250.000

t. Hak pejalan kaki atau Pesepeda
Tidak mengutamakan pejalan kaki atau pesepeda
Pasal 284 jo 106 ayat (2).
Denda : Rp 500.000